Larangan Menyembunyikan dan Pelit Ilmu Dalam Islam

- Senin, 4 Oktober 2021 | 08:13 WIB
Ramalan Karir dan Keuangan Hari Ini; Zodiak Aries Semangat dan Gigih, Taurus Ada Masalah Dokumentasi (Pixabay/ StartupStockPhotos)
Ramalan Karir dan Keuangan Hari Ini; Zodiak Aries Semangat dan Gigih, Taurus Ada Masalah Dokumentasi (Pixabay/ StartupStockPhotos)


Sebagai seorang muslim, mencari ilmu adalah salah satu kewajiban. Ilmu duni dan akhirat menjadi bekal penting bagi setiap manusia.

Ilmu menjadi pelita bagi setiap manusia agar kehidupannya menjadi semakin terang.

Namun tahukah anda, sebagai hamba Allah yang taat, kita pun berkewajiban membagikan ilmu kepada banyak orang.

Jangan sampai kita menjadi orang berilmu, namun menyembunyikan bahkan pelit untuk menyebarkannya.

Bahkan ilmu yang bermanfaat dapat menjadi amal yang tak terputus pahalanya, meski yang bersangkutan telah wafat. Hal ini berbeda dengan yang biasa terjadi pada umat Bani Israel.

Islam memerintahkan umatnya untuk menyebarkan ilmu yang dia miliki, meskipun ilmu itu hanya sedikit. Rasulullah SAW bersabda:

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

“Ballighu anni walaw ayah.”

Yang artinya, “Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat.”  Dalam hadits lainnya dijelaskan:

نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا حَدِيثًا فَحَفِظَهُ حَتَّى يُبَلِّغَهُ غَيْرَهُ فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ وَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ لَيْسَ بِفَقِيهٍ  

 “Nadharallahu imran sami’a minna haditsan fahafizhahu hatta yuballighagu ghairahu farubba haamili fiqhin ila man huwa afqahu minhu wa rubba haamili fiqhin laisa bifaqihin.”

Yang artinya, “Allah akan menceriakan seorang hamba yang telah mendengar dari kami sebuah hadis dan dia menghafalnya hingga dia menyampaikannya pada orang lain. Bisa jadi pembawa fikih itu ke orang yang lebih fakih darinya dan bisa saja pembawa fikih itu bukanlah seorang fakih (orang yang paham).”

Syekh Aidh Al Qarni dalam buku Sentuhan Spiritual menjelaskan bahwa menyembunyikan ilmu dan tidak menyebarkannya kepada orang lain adalah di antara ciri khas Bani Israel.

Hal ini adalah kebiasaan kaum Bani Israel yang dimurkai Allah SWT, sebagaimana firman Allah dalam Alquran surat Al Baqarah ayat 159:

إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَىٰ مِنْ بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ ۙ أُولَٰئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللَّاعِنُونَ

“Innalladzina yaktumuna maa anzalna minal-bayyinaati wal-huda min ba’di maa bayyannahu linnasi fil-kitabi ulaa-ika yal’anuhumullahu wa yal’anuhumulla’inun.”

Yang artinya, “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati.” 

Editor: Yama Pradhana Sumbodo

Sumber: KKB dan KKSB

Tags

Terkini

X