Dorong Peningkatan Wisata Kapal Bosok, Dosen dan Mahasiswa FEB UNTIRTA Gelar Pengabdian Masyarakat

- Kamis, 8 September 2022 | 16:25 WIB
Potret Pengabdian Dosen dan Mahasiswa FEB Untirta (Istimewa )
Potret Pengabdian Dosen dan Mahasiswa FEB Untirta (Istimewa )

 

INFOREDAKSI - Dosen dan mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di tempat wisata religi, masjid Kapal Bosok, Curug Manis, Drangong, Kecamatan Curug, Serang-Banten

Kegiatan yang dilaksanakan pada 14 Juni 2022 lalu itu, diinisiasi oleh dosen sekaligus Ketua Pelaksana PKM, Vadilla Mutia Zahara dan mengajak turut serta mahasiswa ekonomi pembangunan diantaranya Haekal Akbar, Fiqri Perdana, Raihana Rifa, Adelia Dwi, Maisya Fitri serta M. Taqy Badrani. 

Kegiatan yang bertemakan (Sociopreneurship Concept dan Storynomic Tourism Sebagai Upaya Pembangunan Ekonomi Wisata Budaya Kapal Bosok Serang) diikuti oleh para ibu dan pemudi yang aktif dalam kelompok bank sampah Desa Curugmanis, serta kelompok masyarakat pedagang objek wisata Kapal Bosok. 

Baca Juga: Usai Hadang Mobil Dinas Walikota Cilegon Saat Demonstrasi, 6 Orang Ditetapkan Tersangka Oleh Polda Metro Jaya

Baca Juga: Kamu Pekerja? Segera Cek Bantuan Subsidi Upah Dengan Cara Berikut, Cair Bulan Ini

"Tujuan pelaksanaan pengabdian ini adalah mengembangkan ekonomi wisata budaya Kapal Bosok dan memperluas peluang usaha yang relatif terbatas serta mengoptimalkan ekonomi produktif melalui sociopreneurship concept," ungkap Vadilla Mutia Zahara kepada wartawan.

Vadilla menceritakan, pelatihan yang dipandu oleh Syarifah Hanum tersebut memanfaatkan limbah sampah dan koran tersebut menghasilkan produk souvenir seperti tas, piring dari koran, mangkok dan lain-lain, sehingga membuat peserta sangat antusias dan bersemangat terlebih setelah Pandemi Covid 2019 yang sempat memati surikan perekonomian wisata.

"Dengan menurunnya aktivitas kunjungan wisatawan di Kapal Bosok, terutama saat Pandemi Covid-19, selain itu menurunnya pendapatan masyarakat yang beraktivitas di sekitar objek wisatapun menjadi permasalahan penting untuk dicari solusinya, selain itu permasalahan lain yang muncul adalah kurangnya minat masyarakat dan ketidaktahuan masyarakat baik disekitar wilayah Banten maupun di luar Banten terhadap wisata Budaya Kapal Bosok," jelas Vadilla.

Baca Juga: Pemerintah Resmi Naikkan Tarif Ojek Online Mulai 10 September, Segini Daftar Tarifnya

Halaman:

Editor: Abidin MR

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HUT ke 36, Pemuda Tani Indonesia Gelar Berbagai Kegiatan

Selasa, 29 November 2022 | 15:27 WIB

Terpopuler

X